BATAM, GEJOLAKNEWS – Besarnya anggaran pendidikan Kota Batam yang disebut-sebut mencapai lebih dari Rp1 triliun setiap tahun menjadi sorotan publik. Pasalnya, kondisi sejumlah fasilitas pendidikan, khususnya bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), masih memprihatinkan.

Berdasarkan hasil penelusuran tim GejolakNews pada Kamis (5/11/2026), kondisi bangunan SDN 008 Sagulung terlihat sudah tua dan mengalami sejumlah kerusakan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Kerusakan terlihat pada fasilitas kamar mandi atau WC yang kondisinya cukup memprihatinkan. Selain itu, pintu dan taman bunga sekolah juga tampak mengalami kerusakan. Bahkan, sejumlah bagian plafon di beberapa ruangan terlihat berlubang dan rusak parah.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai pemerataan serta efektivitas penggunaan anggaran pendidikan yang dialokasikan melalui APBD Kota Batam.
Masyarakat tentunya berharap anggaran pendidikan yang nilainya disebut mencapai lebih dari Rp1 triliun setiap tahun dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, termasuk pembangunan, rehabilitasi, serta pemeliharaan gedung sekolah.
Menanggapi kondisi tersebut, aktivis LSM Barisan Pembela Api Keadilan, Toni, meminta aparat penegak hukum (APH), khususnya Kejaksaan, untuk turun tangan melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap pengelolaan anggaran di Dinas Pendidikan Kota Batam.
Ia meminta agar penggunaan anggaran pendidikan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan gedung sekolah, diperiksa secara transparan dan akuntabel.
Menurutnya, aparat penegak hukum perlu memastikan apakah anggaran yang telah dialokasikan benar-benar direalisasikan sesuai dengan peruntukannya.
Sementara itu, salah seorang tenaga pendidik SDN 008 Sagulung, Anna, yang diwawancarai GejolakNews di lokasi sekolah terkait kondisi bangunan tersebut, mengatakan bahwa pihak sekolah telah mengajukan anggaran untuk kebutuhan perbaikan. Namun, hingga saat ini realisasinya belum turun.
” Kami sebagai guru, tugas kami mendidik. Soal pembangunan merupakan urusan pemerintah, karena pemerintah yang memiliki kewenangan,” ujar Anna.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, S.Pd., M.M., yang dikonfirmasi GejolakNews melalui pesan WhatsApp terkait kondisi bangunan SDN 008 Sagulung serta realisasi anggaran perbaikan sekolah, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban.
Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan agar segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan.
GejolakNews akan terus berupaya meminta klarifikasi kepada Dinas Pendidikan Kota Batam terkait besaran anggaran pendidikan, realisasi penggunaan dana, serta rencana perbaikan fasilitas SDN 008 Sagulung.
(Taherman)

















