Krisis Air, Warga Tanjung Sengkuang, Demo Kantor Walikota Batam, DPRD Batam, BP Batam

banner 468x60

Batam,GejolakNews– Krisis Air  yang berkepanjangan melanda Warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar kota Batam.

Warga Tanjung Sengkuang Gerah, mereka berdemo ke kantor Walikota Batam, DPRD kota Batam dan BP Batam, menuntut Pemerintah kota Batam, agar pemerintah, Walikota Batam untuk memperhatikan keluhan warga  Tanjung Sengkuang di aliri Air bersih sama dengan warga Batam lainya, pada Kamis Tanggal 22/1/2026.

banner 336x280

aksi demo di mulai di di depan kantor Wali kota  Batam, DPRD Batam.
di lanjutkan ke kantor BP Batam.
Warga Tanjung Sengkuang di terima oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra turun langsung menemui massa.

Keduanya, yang juga menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam secara ex-officio, mencoba meredam suasana yang sejak pagi sudah memanas.

Di atas mobil komando, koordinator aksi Syamsudin menyampaikan tiga tuntutan utama (Tritura) warga Tanjung Sengkuang. Pertama, mendesak aliran air bersih segera dipulihkan secara normal.

Kedua, menuntut distribusi air yang adil bagi seluruh rakyat. Ketiga, meminta pimpinan BP Batam mundur dari jabatan jika gagal memenuhi hak asasi warga atas air.

“Segera alirkan air bersih ke seluruh warga Batam, khususnya Tanjung Sengkuang. Jika ini tidak dipenuhi, pimpinan BP Batam diminta mundur karena air adalah hak asasi manusia,” tegas Syamsudin.

Dalam orasinya, Syamsudin juga membandingkan kualitas pengelolaan air saat ini oleh PT Moya melalui PT Air Batam Hilir (ABH) yang dinilai jauh menurun dibandingkan era pengelola sebelumnya, PT Adhya Tirta Batam (ATB).

hal itu, di respon oleh K Batam,epala  Amsakar Achmad menyatakan bahwa pemerintah tidak menutup mata. Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat setidaknya 18 wilayah titik kritis (stress area) di Batam, termasuk Tanjung Sengkuang, yang penanganannya masih terus diupayakan melalui pengiriman armada mobil tangki.

Namun, situasi menjadi emosional ketika Syamsudin menilai penjelasan tersebut hanya bersifat normatif dan kembali mendesak pengunduran diri pimpinan BP Batam.

disinilah mulai ketegangan argumn mulai terjadi, antara Pihak pendemo dengan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
Amsakar Achmad nampak emosianal, mengatakan pendomo yang berorasi telah menyerang personal, dengan emosional Amsakar, menunjuk- menunjuk, kearah pendomo, nampak gelagapan dan turun dari panggung,  dengan wajah merah seakan akan menerkam pihak pendemo yang lagi orasi tersebut.

“Bapak jangan menyerang personal, Pak Syamsudin,” ujar Amsakar dengan nada tinggi sebelum turun dari mobil komando kepolisian.

Suasana semakin tidak terkendali saat Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, bereaksi keras terhadap desakan mundur tersebut. Ia mempertanyakan kemurnian aspirasi yang dibawa oleh koordinator aksi.

“Yang bisa menyuruh kita mundur bukan dia,” ujar Li Claudia sembari menunjuk ke arah orator. Ia kemudian melontarkan pertanyaan tajam yang memicu reaksi riuh dari massa, “Pak Syamsudin, Bapak titipan dari mana?”

Tudingan tersebut langsung dibantah oleh Syamsudin. Ia menegaskan bahwa aksi ini murni merupakan akumulasi kekecewaan warga yang sudah setahun kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam aksi demo warga Tanjung Sengkuang tersebut,
belum ada kepastian dari pihak BP Batam,  terkait kapan aliran air bersih mengalir kerumah, keperkampung mereka.
sebagai mana tuntutan mereka dalam aksi demo itu. walaupun belum ada kepastian dari pihak BP Batam, mendapatkan aliran air bersih, elaku  aksi demo bubar dengan tertib. (Red)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *