Batam,GejolakNews – Walikota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Batam, Herry Sembiring menyoroti realisasi investasi Batam sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp69,3 T.
Investasi yang bernilai fantastis itu dianggap tidak berdampak terutama terhadap angka pengangguran di Batam yang besarnya mencapai 7,57 persen pada tahun 2025
lalu.
“Kami mengapresiasi nilai investasi yang disampaikan BP Batam tersebut, tapi kami melihat angka investasi yang besar tersebut bukan sebagai satu hal yang
menggembirakan apalagi membanggakan, karena justru tidak berdampak terhadap pengangguran di Batam.
Misalnya di tahun 2025 lalu, tingkat pengangguran terbuka di Batam
masih mencapai 7,57 persen,” di katakan Herry, kemarin siang Kamis Tanggal 30/4/2026 kepada Media,www.gejolaknews.com di Batam Centre.
Herry, mempertanyakan apakah investasi yang nilainya besar tersebut hanya sebatas angka di atas kertas atau memang investasi tersebut benar-benar terealisasi.
Jika memang investasi bernilai besar tersebut merupakan benar-benar terealisasi, maka hal tersebut akan berdampak besar terhadap banyaknya lapangan kerja yang
terbuka akibat pembukaan pabrik yang bergerak di berbagai sektor.” jelasnya.
Lira kota Batam, di katakan Herry, mendesak BP Batam untuk terbuka terhadap investasi yang benar-benar sudah terealisasi dan membuka pabrik, gedung dan menyerap lapangan kerja serta mana
investasi yang baru sebatas komitmen dan angka-angka di atas kertas. BP Batam juga diminta tidak sekadar menyampaikan realisasi investasi yang bernilai fantastis dan
baru sebatas komitmen dan angka di atas kertas namun belum melakukan kegiatan apapun.
“Jika investasi tersebut masuk, mereka akan membuka pabrik baru, menyerap tenaga kerja di berbagai sektor. Sebaliknya, jika investasi hanya di atas kertas apalagi
baru sebatas komitmen, maka yang terjadi tetap seperti yang kita lihat saat ini yakni tingkat pengangguran terbuka tetap tinggi,” tegasnya.
Menurutnya, BP Batam semestinya harus bekerja lebih keras agar investasi tersebut benar-benar merupakan investasi riil dan tidak sebatas angka di atas kertas apalagi
baru sekadar komitmen.
Biasanya lanjut Herry,
investor baru sekadar menyampaikan komitmen investasi saja. “Jika investor sudah menyampaikan komitmen investasi,
tugas BP Batam mengejar komitmen tersebut sehingga investasi tersebut masuk dan diikuti dengan pembukaan pabrik, sehingga bisa membuka lapangan kerja, menyerap
tenaga kerja,” paparnya.
Dia mengingatkan bahwa masuknya investasi yang ditandai dengan pembukaan pabrik, gudang, kawasan pertumbuhan ekonomi tidak hanya menyerap lapangan kerja
dan mengurangi pengangguran. Namun, investasi tersebut akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat dan menggerakkan sektor lain
termasuk UMKM.
“Kalau invesasi menyerap tenaga kerja maka pekerja akan berbelanja dan itu akan mendukung tumbuhnya daya beli, pelaku usaha juga semakin bergairah, sektor-sektor
bisnis lain termasuk UMKM juga akan merasakan dampak pertumbuhan yang positif,” paparnya.
Selain investasi, Herry juga menyoroti angka pertumbuhan ekonomi Batam di tahun 2025 yang besarnya mencapai 6,76 persen. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi
belum dirasakan sepenuhnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Terbukti, pertumbuhan ekonomi tersebut tidak diikuti dengan peningkatan daya beli masyarakat. “Jadi apa
gunanya pertumbuhan ekonomi Batam yang tinggi tersebut tapi justru masyarakat tidak merasakan dampaknya? Kita berharap BP Batam tidak hanya senang terhadap
angka-angka investasi dan pertumbuhan ekonomi di atas kertas tapi benar-benar memastikan hal tersebut berdampak positif terhadap masyarakat ,” pungkasnya. (Red)


















