Batam,GejolakNews– Viralnya Tragedi Pemukulan terhadap 15 orang mahasiswa yang tergabung dari organisasi mahasiswa, Gerakan mahasiswa Nasional indonesia ( GMNI) Kepri, oleh orang tak dikenal, di depan Gerbang kantor Bae dan Cukai Batam, diberbagai Media Sosial (Medsos) Pada Tanggal 1 April 2024 yang lalu. Menjadi Perhatian serius di kalangan Aktivis Lsm Masyarakat Batam.
Muhamad Azhar, salah seorang Aktivis senior kota Batam, mencurigai orang-orang tak dikenal yang mencoba menghambat aksi demo mahasiswa tersebut adalah orang – orang suruhan dari mafia- mafia,Pelaku pemain barang-barang haram ilegal, yang diduga berkolaborasi dengan oknum- oknum Bea dan Cukai Batam.
Kecurigaan kita ini bukan Tampa alasan, disebabkan bahwa aksi demo mahasiswa tersebut menyuarakan terkait maraknya peredaran rokok ilegal, dikota Batam, dikatakan M.Azhar kepada GejolakNews.com, Rabu tanggal 3/4-2024. di Batam Centre.
Labih lanjut M.Azhar mengatakan, bahwa tragedi Pristiwa ini sengat memilukan bagi masyarakat Batam, sepanjang Pengetahuan saya, baru kali ini terjadi tergedi pemukulan terhadap Pelaku aksi demo di kantor Bea dan Cukai Batam.”ujarnya.
M.Azhar menyampaikan, hal ini tidak boleh dibiarkan Pihak Bea dan Cukai Batam harus bertanggung jawab terhadap Pristiwa ini.
saya bersama rekan-rekan aktivis kota Batam, akan menyurati Dirjen Bea Dan Cukai, Menteri keuangan, agar mencopot Kepala Bea dan Cukai Batam, untuk mempertanggung jawabkan, atas Pristiwa tragedi Pemukulan Mahasiswa oleh orang- orang tak dikenal diatas, yang kami duga sengaja dipasang oleh Pihak Bea dan Cukai Batam untuk menghambat aksi demo mahasiswa tersebut.
Selain itu kami juga akan menggugat Bea dan Cukai Kepengadilan Negri Batam, terkait kenerja Bea dan Cukai Batam, yang terkesan membiarkan berbagai peredaran Barang ilegal, Tampa cukai dikota Batam, diantaranya, peredaran Rokok ilegal, miras, Balpres, iPhone seken, yang seharusnya bisa ditindak tegas oleh Bea dan cukai, yang berpotensi merugikan Negara ratusan miliar rupiah pertahunnya.”tutup M.Azhar.

Hal senada juga disampaikan Ketua RCW Kepri, Mulkansyah, Beliau Sangat menyayangkan kejadian brutal aksi terhadap, demo mahasiswa di depan kantor Beacukai Batam.
Mulkansyah, minta aparat penegak hukum yakni Kepolisian segera mengusut tuntas kejadian itu.
Supaya kedepannya tidak ada lagi tindakan anarkis yang di lakukan oleh sejumlah yang di duga Preman untuk mengusir pen demo.” Pintanya
Di lain pihak juga untuk sahabat mahasiswa atau masyarakat umum yang akan melakukan aksi demo atau sejenisnya untuk berkoordinasi dahulu pada pihak kepolisian, supaya kegiatannya tidak di ganggu oleh pihak luar.” Sarannya.
Dijelaskan Mulkansyah, Intinya ini sudah terjadi maka kami minta pihak kepolisian secepatnya untuk mengusut tuntas atas kejadian tersebut. Dan jika memang pihak Beacukai Batam di duga memakai preman untuk mengusir pen demo juga harus di usut tuntas.” Tegasnya.
Hal yang sama juga disampaikan Budiman Sitompul, Tom sapaannya, Ketua DPC Lsm Aliansi Pemerhati Lingkungan hidup (Ampuh) kota Batam, sangat prihatin atas kejadian Pristiwa Pemukulan terhadap pelaku aksi demo adek- adek mahasiswa, yang diduga kuat, Preman – preman yang sengaja dibenturkan dengan mahasiswa oleh Pihak Bea dan Cukai Batam. Maka dari itu saya setuju dengan kawan- kawan diatas, untuk menyurati Dirjen Bea dan Cukai, Menteri keuangan RI, agar Kepala Bea dan Cukai Batam dicopot untuk mempertanggung jawaban, Pristiwa Tragi terjadi diatas.” Timpalnya.
Kepala Bea dan Cukai Batam, Rizal yang dikomfirmasi, melalui Humasnya, Mujiono dikantor Bea dan Cukai Batam, Rabu tanggal 3/4-2024, terkait dugaan Bea dan Cukai yang disebut telah memakai jasa Premen, atas Pristiwa trigedi Pemukulan terhadap pelaku aksi demo mahasiswa didepan Gerbang Kantor Bae dan Cukai Batam diatas, ia membantah keras,
Kami tidak tau ada tragedi Pemukulan dikantor Bea dan Cukai, bahkan kami tahunya, setelah adanya Pemberitaan Viral dimedia sosial ( Medsos).
Dan kami pihak Bea dan Cukai tidak pernah menyuruh orang itu melakukan aksi pemukulan, dan kami juga tidak kenal dengan orang yang melakukan Pemukulan terhadap mahasiswa tersebut.” Bantahnya.
Mujiono mengakui bahwa sebelumnya ada pemberitahuan demo dari para mahasiswa tersebut, kepada Bea dan Cukai, namun setelah ditunggu- tunggu tidak terlihat ada aksi demo masiswa waktu itu. kami pikir mahasiswa itu, tidak jadi melakukan aksi demo.
nah menyinggung adanya tragedi Pemukulan terhadap aksi demo mahasiswa tersebut, justru kami tahunya melalui Pemberitaan media sosial ( Medsos).”sebut Mujiono Mengulangi ucapannya. (Red)














