Anggaran Pendidikan Batam dan Pengentasan Kemiskinan, ke Mana Alokasi Rp380,4 Miliar?

Uncategorized108 Views
banner 468x60

Batam, GejolakNews – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan mengalokasikan anggaran yang cukup besar pada Tahun Anggaran 2026.

Di tengah kebijakan pemerintah daerah yang menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai salah satu prioritas pembangunan, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana anggaran pendidikan diarahkan secara langsung untuk membantu masyarakat miskin.

banner 336x280

Salah satu angka yang menjadi perhatian adalah Rp380.442.552.464, yang disebut-sebut berkaitan dengan anggaran program penanggulangan kemiskinan pada sektor pendidikan.

Namun, berdasarkan penelusuran terhadap dokumen perencanaan dan penganggaran Dinas Pendidikan Kota Batam, angka tersebut perlunya diperjelas kembali. di sampaikan Abdul Razak, Ketua Barisan APi Pembela keadilan, ( BAPK) Indonesia, kepada GejolakNews, Jum’at Tanggal 2/10/2026. di Batam Centre.

Sebab, di katakannya, dokumen RKA Perubahan Dinas Pendidikan Tahun Anggaran 2026 menunjukkan total anggaran Dinas Pendidikan jauh lebih besar, yakni sekitar Rp1,185 triliun, yang mencakup belanja operasi dan belanja modal.

Dengan demikian, Rp380,442 miliar tidak serta-merta dapat disebut sebagai keseluruhan anggaran Dinas Pendidikan maupun seluruh anggaran pendidikan untuk masyarakat miskin.”ujarnya.

Abdul Razak mengatan, dan pemerintah Perlu penjelasan resmi mengenai apakah angka tersebut merupakan hasil tagging anggaran penanggulangan kemiskinan pada sejumlah program dan kegiatan Dinas Pendidikan.

Program pendidikan yang berkaitan dengan kemiskinan
Dalam dokumen perencanaan Dinas Pendidikan, terdapat sejumlah program yang memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan upaya mengurangi beban masyarakat berpenghasilan rendah.” jelasnya.

Di antaranya adalah bantuan biaya personel peserta didik berupa transportasi siswa hinterland dan beasiswa.

Untuk jenjang SD, dokumen perencanaan mencatat alokasi sekitar Rp15,21 miliar untuk biaya personel peserta didik, termasuk transportasi siswa hinterland dan beasiswa.

Sedangkan untuk jenjang SMP terdapat alokasi sekitar Rp11,81 miliar untuk kebutuhan serupa.

Selain itu, terdapat program pengadaan perlengkapan peserta didik. Untuk SD, anggarannya tercatat sekitar Rp11,98 miliar dengan sasaran sekitar 24.652 paket. Sementara untuk SMP sekitar Rp12,72 miliar dengan sasaran sekitar 29.078 paket.

Program tersebut antara lain berkaitan dengan penyediaan seragam dan perlengkapan peserta didik sehingga dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga ketika menyekolahkan anak.

BOS dan pembangunan fasilitas pendidikan
Intervensi lainnya dilakukan melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS.

Untuk jenjang SMP Kota Batam, dokumen perencanaan mencatat alokasi sekitar Rp83,56 miliar bagi 186 satuan pendidikan.

Selain bantuan yang berkaitan langsung dengan peserta didik, anggaran pendidikan juga digunakan untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan, ruang kelas, pengembangan PAUD, pendidikan kesetaraan serta berbagai kegiatan peningkatan mutu pendidikan.

Namun, tidak seluruh anggaran tersebut dapat dikategorikan sebagai bantuan kepada keluarga miskin.
Sebab, pembangunan sekolah, pembayaran operasional sekolah, pengembangan kompetensi tenaga pendidik dan pembangunan sarana pendidikan memiliki sasaran pelayanan publik yang lebih luas.

Kemiskinan menjadi perhatian Pemko Batam
Sementara itu, Pemerintah Kota Batam pada 2026 menyebut anggaran penanggulangan kemiskinan mencapai sekitar Rp864,95 miliar yang tersebar pada berbagai organisasi perangkat daerah.

Anggaran tersebut dibagi dalam beberapa kelompok intervensi, antara lain sekitar Rp466,35 miliar untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat, sekitar Rp14,15 miliar untuk peningkatan pendapatan, serta sekitar Rp384,45 miliar untuk mengurangi kantong-kantong kemiskinan.

Pemko Batam juga menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai salah satu dasar dalam menentukan kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi.

Data yang disampaikan Pemko menyebutkan terdapat sekitar 19.220 keluarga atau 58.139 jiwa dalam Desil 1, dengan konsentrasi antara lain di wilayah Sagulung, Galang dan Batu Aji.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keterhubungan antara data keluarga miskin dengan program pendidikan.

Berapa anak keluarga miskin yang menerima manfaat?

Persoalan utama yang perlu dijelaskan Dinas Pendidikan bukan hanya besarnya anggaran, tetapi juga berapa banyak masyarakat miskin yang benar-benar menerima manfaat dari anggaran tersebut.

Misalnya, dari keluarga yang masuk kategori Desil 1, berapa anak usia sekolah yang mendapatkan beasiswa?

Berapa siswa keluarga miskin yang mendapatkan bantuan seragam?

Berapa siswa hinterland yang mendapatkan bantuan transportasi?

Berapa anak dari keluarga miskin yang berhasil dipertahankan agar tidak putus sekolah?

Dan yang tidak kalah penting, berapa realisasi anggaran program tersebut hingga September 2026?

Pertanyaan tersebut penting karena anggaran penanggulangan kemiskinan seharusnya dapat diukur bukan hanya dari besarnya pagu, tetapi juga berdasarkan jumlah penerima manfaat, realisasi anggaran dan dampaknya terhadap masyarakat.

Dinas Pendidikan perlu memberikan penjelasan
Atas munculnya angka Rp380.442.552.464 tersebut, Dinas Pendidikan Kota Batam perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai sumber angka tersebut.

Apakah angka Rp380,442 miliar merupakan tagging khusus penanggulangan kemiskinan?

Jika benar, program dan kegiatan apa saja yang masuk dalam angka tersebut?

Berapa masing-masing pagunya?

Berapa jumlah penerima manfaat?

Apakah seluruh penerima telah diverifikasi menggunakan DTSEN?
Berapa anggaran yang telah direalisasikan hingga September 2026?

Dan bagaimana pemerintah mengukur keberhasilan program tersebut dalam menurunkan beban keluarga miskin di Kota Batam?
Kejelasan tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui apakah besarnya anggaran pendidikan benar-benar telah memberikan manfaat yang terukur bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.” tutup Abdul Razak.

Sementara itu,Hendri Arulan, S.Pd., M.M. Kadisdik kota Batam, yang di konfirmasi, GejolakNews, terkait Perihal di atas, melalui Chat WhatsApp,Hp- selulernya, sampai berita ini naik tayang, belum ada Balasannya. ( Taherman)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *