Batam,GejolakNews-Memasuki sekitar 19 bulan kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, persoalan banjir kembali menjadi sorotan masyarakat.
Hujan yang turun pada Selasa, 22 September 2026, meski berlangsung dalam waktu yang tidak terlalu lama, dilaporkan menyebabkan genangan Air di sejumlah kawasan Batam. Bekong Suadebi , kawasan gendata batu Aji, juga Salah satu yang menjadi perhatian masyarakat adalah Jalan Trans Barelang, khususnya kawasan Tembesi.
Kondisi banjir tersebut juga menjadi perbincangan di media sosial setelah sejumlah warga mengunggah video dan foto kondisi jalan yang digenangi air.
Masyarakat mempertanyakan sejauh mana perubahan yang telah dirasakan setelah pemerintahan Amsakar-Li berjalan sekitar 19 bulan, khususnya dalam penanganan persoalan banjir yang selama ini menjadi salah satu keluhan warga Batam.
Menurut masyarakat, persoalan banjir tidak cukup hanya dilihat ketika terjadi hujan deras. Pemerintah dinilai perlu melakukan evaluasi terhadap sistem drainase, aliran air, kondisi saluran, serta titik-titik yang berulang kali mengalami genangan.
“Kalau hujan sebentar saja sejumlah kawasan kembali tergenang, tentu ini harus menjadi perhatian pemerintah. Masyarakat ingin melihat hasil nyata di lapangan,” ujar salah seorang warga.
Selain persoalan banjir, masyarakat juga masih menyoroti masalah sampah yang dinilai belum sepenuhnya tertangani. Sampah yang masih ditemukan di sejumlah lokasi disebut menunjukkan bahwa persoalan kebersihan kota masih membutuhkan perhatian serius.
dan di tambah kelangkaan Air bersih di kota Batam, di berbagai kawasan perkampungan penduduk di kota Batam.
Selain itu Persoalan harga kebutuhan pokok juga menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Klaim Keberhasilan Diminta Berbanding dengan Kondisi Lapangan
Masyarakat tidak mempersoalkan apabila pemerintah menyampaikan berbagai capaian pembangunan.
Namun, mereka berharap setiap klaim keberhasilan tersebut dapat dibandingkan dengan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat.
“Keberhasilan yang disampaikan pemerintah harus seimbang dengan fakta di lapangan. Jangan sampai yang disampaikan hanya keberhasilan, sementara masyarakat masih menghadapi banjir, persoalan sampah dan berbagai persoalan lainnya,” kata warga tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam telah menyatakan bahwa persoalan air bersih, sampah dan banjir merupakan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah.
Karena itu, masyarakat berharap persoalan tersebut tidak hanya menjadi agenda program pemerintah, tetapi dapat terlihat hasilnya secara nyata di lapangan.
Warga juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap titik-titik rawan banjir secara berkala, termasuk kawasan Jalan Trans Barelang dan Tembesi, sehingga penanganan tidak hanya dilakukan setelah banjir terjadi.
Menurut masyarakat, ukuran keberhasilan pemerintah pada akhirnya tidak hanya dilihat dari banyaknya program yang diumumkan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut memberikan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hingga berita ini disusun, GejolakNews belum memperoleh tanggapan langsung dari Wali Kota Batam Amsakar Achmad maupun Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra terkait sorotan masyarakat tersebut.(Red)













