.Batam, GejolakNews – Persoalan pelayanan air bersih di Kota Batam kembali menjadi sorotan.Di tengah keluhan masyarakat terkait air yang mati, tekanan air rendah hingga distribusi yang tidak lancar di sejumlah wilayah, muncul pertanyaan mengenai penggunaan anggaran infrastruktur air yang disebut mencapai Rp499,9 miliar.
Hal di sampaikan Ketua LSM Barisan API Pembela Keadilan ( BAPK) Indonesia, Abdul Razak, kepada Media,www.gejolaknews.com, Rabu Tanggal 7/10/2026. di Batam Centre.
Menurut Abdul Razak, Anggaran tersebut perlu mendapat penjelasan secara terbuka dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, khususnya terkait sumber anggaran, program yang dibiayai, lokasi pekerjaan, nilai masing-masing kegiatan serta tingkat realisasinya.
Karena di jelaskannya, Besarnya anggaran infrastruktur air tersebut tentu diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Namun, di lapangan masih ditemukan warga yang mengeluhkan kesulitan memperoleh air bersih.”ujarnya.
Itu bisa di lihat, Sejumlah masyarakat bahkan mengaku harus menunggu distribusi air dalam waktu yang cukup lama.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar: jika anggaran infrastruktur air mencapai ratusan miliar rupiah, mengapa persoalan pelayanan air bersih masih terjadi di sejumlah kawasan Batam.” kata Abdul Razak penuh tanda tanya?
maka dari itu, kita minta BP Batam Buka Rincian Anggaran
Persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai besarnya anggaran, tetapi juga menyangkut transparansi dan efektivitas penggunaannya.
Dan BP Batam perlu menjelaskan secara rinci apakah angka Rp499,9 miliar tersebut merupakan anggaran yang bersumber dari APBN, PNBP BP Batam atau sumber pendanaan lainnya.” katanya.
Selain itu di tegaskannya masyarakat juga berhak mengetahui program apa saja yang dibiayai melalui anggaran tersebut.
Apakah digunakan untuk pembangunan dan peningkatan kapasitas produksi air, pembangunan reservoir, jaringan pipa distribusi, pompa, perbaikan jaringan, pengurangan kebocoran, atau pembangunan infrastruktur lainnya?
Pertanyaan tersebut menjadi penting karena kualitas pelayanan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.” jelasnya lagi.
Warga Masih Keluhkan Air Mati
Keluhan masyarakat mengenai pelayanan air bersih bukan persoalan baru. Di sejumlah kawasan Batam, warga masih mengeluhkan air yang tidak mengalir secara normal dan tekanan air yang rendah.
Kondisi tersebut semakin memprihatinkan apabila terjadi dalam waktu yang panjang, karena masyarakat tetap harus memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, memasak, mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya.” tukasnya.
Karena itu, Abdul Razak mengatakan, pemerintah dan BP Batam perlu memastikan bahwa pembangunan infrastruktur air tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Tentu hal ini menjadi pertanyaan dasar buat kita, Ke Mana Rp499,9 Miliar Dialokasikan?
Pertanyaan publik kini mengarah pada transparansi penggunaan anggaran tersebut.
Berapa nilai kontrak setiap pekerjaan? Di mana lokasinya?
Siapa pelaksananya? Berapa progres fisiknya? Berapa anggaran yang sudah dibayarkan? Dan berapa sisa anggaran yang masih tersedia?
Dalam hal ini, BP Batam juga perlu menjelaskan apakah seluruh kegiatan yang dibiayai melalui anggaran tersebut telah selesai atau masih dalam proses pengerjaan.
Jika memang anggaran tersebut telah direalisasikan, masyarakat tentu berharap dapat melihat dampak langsungnya melalui peningkatan kontinuitas dan kualitas pelayanan air.
BP Batam Diminta Beri Penjelasan Terbuka
Persoalan ini bukan berarti menuduh adanya penyimpangan anggaran.
Namun, besarnya nilai anggaran dan masih adanya keluhan masyarakat menjadi alasan kuat agar BP Batam memberikan penjelasan secara transparan.
Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran publik digunakan dan sejauh mana hasil pembangunan memberikan manfaat.
Karena itu, BP Batam diharapkan dapat membuka data penggunaan anggaran infrastruktur air tersebut secara rinci, termasuk pagu anggaran, realisasi, daftar kegiatan, lokasi proyek, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan dan progres masing-masing proyek.
Publik juga menunggu penjelasan mengenai penyebab masih terjadinya gangguan distribusi air di sejumlah wilayah Batam.
Apakah persoalannya disebabkan keterbatasan kapasitas produksi, jaringan distribusi, kebocoran pipa, gangguan teknis, pertumbuhan jumlah penduduk, atau faktor lainnya?
Satu pertanyaan yang kini menjadi perhatian masyarakat Batam: jika anggaran infrastruktur air mencapai Rp499,9 miliar, ke mana anggaran tersebut dialokasikan dan mengapa sebagian masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih?
BP Batam diharapkan memberikan jawaban secara terbuka agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat serta untuk memastikan bahwa seti UUap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi kepentingan publik.” Pintanya.
Sementara itu, Amsakar Achmad, Kepala BP Batam, yang dikonfirmasi Melalui, Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan (BP) Batam
Ariastuty Sirait, S.E., M.M., GejolakNews, terkait perihal di atas, melalui Chat WhatsApp,Hp- selulernya, menjawab, Ok pak, kami cek dulu.” jawabnya singkat. (Taherman)












