Oleh: Taherman Tanjung
BATAM,GEJOLAKNEWS-Batam dikenal sebagai salah satu kota strategis di wilayah perbatasan Indonesia. Pertumbuhan pembangunan, investasi, industri, dan kawasan ekonomi terus berkembang. Namun, di balik pesatnya pembangunan tersebut, muncul persoalan serius yang tidak boleh diabaikan: kerusakan lingkungan hidup.
Belakangan ini, berbagai persoalan lingkungan menjadi perhatian masyarakat. Mulai dari dugaan pembabatan kawasan hutan, pemotongan bukit, penimbunan kawasan pantai dan laut, hingga perubahan bentang alam yang berpotensi mengancam keseimbangan ekosistem.
Pertanyaannya, apakah pembangunan di Kota Batam harus selalu dibayar dengan rusaknya lingkungan?
Hutan yang seharusnya menjadi kawasan penyangga kehidupan tidak boleh diperlakukan seolah-olah hanya sebidang tanah yang bebas dibuka. Begitu juga kawasan pantai dan laut yang memiliki fungsi ekologis, tidak semestinya ditimbun tanpa kajian lingkungan serta perizinan yang sesuai ketentuan.
Jika kegiatan tersebut dilakukan tanpa izin atau melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, tentu harus ada tindakan tegas dari instansi berwenang.
Jangan Sampai Hukum Hanya Tajam kepada Masyarakat Kecil
Hal yang menjadi pertanyaan publik adalah bagaimana pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan, pemotongan bukit, dan penimbunan kawasan pesisir dilakukan?
Apakah seluruh kegiatan tersebut sudah melalui pemeriksaan dokumen perizinan, persetujuan lingkungan, kesesuaian tata ruang, serta pengawasan lapangan?
Jika terdapat kegiatan yang diduga melanggar aturan, mengapa aktivitas tersebut masih menjadi perhatian dan pertanyaan masyarakat?
Aparat penegak hukum, pemerintah daerah, BP Batam, serta instansi lingkungan hidup tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ini.
Pengawasan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemeriksaan administrasi di atas meja. Pemeriksaan langsung ke lapangan sangat diperlukan untuk memastikan kegiatan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.
Jangan sampai masyarakat kecil begitu mudah berhadapan dengan hukum, sementara aktivitas pembangunan berskala besar yang diduga berdampak terhadap lingkungan justru tidak mendapatkan pengawasan yang memadai.
Pembangunan Jangan Mengorbankan Masa Depan Batam
Kita tentu tidak menolak pembangunan dan investasi. Batam membutuhkan pertumbuhan ekonomi, lapangan pekerjaan, serta infrastruktur yang memadai.
Namun, pembangunan harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.
Apa artinya pertumbuhan ekonomi jika hutan semakin berkurang, kawasan resapan air rusak, bukit dipotong, pantai berubah akibat penimbunan, dan masyarakat harus menanggung risiko banjir serta kerusakan ekosistem?
Lingkungan bukan warisan pemerintah atau pengusaha semata. Lingkungan merupakan titipan bagi generasi berikutnya.
Karena itu, setiap kegiatan pembangunan harus mengedepankan transparansi, kepatuhan terhadap peraturan, dan tanggung jawab ekologis.
Saatnya Aparat dan Instansi Terkait Membuka Mata
Kami mempertanyakan keseriusan pengawasan terhadap dugaan kerusakan lingkungan di Kota Batam.
Kepada Kementerian Lingkungan Hidup, aparat penegak hukum, Polda Kepri, Polresta Barelang, BP Batam, Pemerintah Kota Batam, serta instansi terkait, sudah saatnya melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi-lokasi yang dilaporkan masyarakat.
Periksa legalitas pembukaan lahan, izin pemotongan bukit, persetujuan lingkungan, serta kegiatan penimbunan kawasan pesisir dan laut.
Jika ditemukan pelanggaran, proses sesuai hukum yang berlaku. Jika tidak ditemukan pelanggaran, sampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka agar tidak menimbulkan prasangka dan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Jangan menunggu kerusakan semakin parah baru kemudian bertindak.
Batam Bukan Hanya Milik Generasi Hari Ini
Kita ingin Batam maju, tetapi bukan dengan mengorbankan hutan, bukit, pantai, laut, dan lingkungan hidup.
Pembangunan yang baik bukan hanya diukur dari banyaknya gedung berdiri, luasnya kawasan industri, atau besarnya nilai investasi.
Pembangunan juga harus diukur dari seberapa mampu pemerintah menjaga lingkungan dan melindungi kehidupan masyarakat.
Jangan sampai suatu hari nanti anak cucu kita hanya mewarisi gedung-gedung megah, tetapi kehilangan hutan, pantai, dan lingkungan yang sehat.
Batam membutuhkan pembangunan, tetapi Batam juga membutuhkan keberanian untuk melindungi lingkungan.
Salam peduli lingkungan.
TAHERMAN TANJUNG Pimpinan Umum Media Gejolak News www.gejolaknews.com

















