DPP BAPK Akan Gelar Unjuk Rasa di Kantor PLN Batam, Tuntut Penjelasan Penyebab Blackout dan Pergantian Direktur

banner 468x60

Batam, GejolakNews — Dewan Pimpinan Pusat Barisan Api Pembela Keadilan (DPP BAPK) berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Aksi tersebut bertujuan menyampaikan aspirasi masyarakat terkait insiden pemadaman listrik secara luas (blackout) yang terjadi di Batam.
Hal itu disampaikan Humas BAPK, Toni, kepada Media www.gejolaknews.com, Rabu (21/10/2026), di Batam Centre.

banner 336x280

Berdasarkan surat pemberitahuan aksi bernomor 05/PK-DPP/BAPK/X/2026 tertanggal 21 Oktober 2026, yang ditujukan kepada Kepala Kepolisian Resor Kota Barelang c.q. Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam), aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Dalam surat tersebut, DPP BAPK mengusung tuntutan bertajuk “Batam Blackout! Usut Penyebabnya, Tuntut Pertanggungjawaban & Ganti Dirut PLN Batam.”
Menurut Toni, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi DPP BAPK atas kepentingan masyarakat Batam yang membutuhkan pasokan listrik andal serta pelayanan yang bertanggung jawab.

Ia mengatakan, pemadaman listrik bukan sekadar persoalan terhentinya penerangan, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap pelaku usaha, pekerja, sektor industri, dan masyarakat secara luas.

DPP BAPK Minta Penjelasan Terbuka

Dalam surat pemberitahuan aksi, DPP BAPK meminta PT PLN Batam memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab terjadinya blackout, langkah-langkah pemulihan yang telah dilakukan, serta upaya konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Selain meminta penjelasan, organisasi tersebut juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan PT PLN Batam.

Toni menjelaskan bahwa tuntutan tersebut merupakan sikap dan aspirasi DPP BAPK yang akan disampaikan melalui aksi unjuk rasa.

Menurutnya, penyebab teknis blackout dan pertanggungjawaban pihak-pihak terkait perlu dijelaskan berdasarkan keterangan resmi serta hasil evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Aksi Diperkirakan Diikuti 50 hingga 100 Orang
Toni menambahkan, berdasarkan dokumen pemberitahuan, titik kumpul peserta aksi ditetapkan di Alun-Alun Engku Putri, Batam Centre, sedangkan lokasi sasaran aksi adalah Kantor Pusat PT PLN Batam.

Jumlah peserta aksi diperkirakan berkisar antara 50 hingga 100 orang.
Untuk mendukung pelaksanaan aksi, panitia mencantumkan sejumlah perlengkapan, antara lain satu unit mobil komando, perangkat pengeras suara (sound system), sejumlah peralatan elektronik seperti televisi dan kulkas sebagai simbol aspirasi serta dampak gangguan pelayanan listrik, berikut spanduk dan pamflet.

Toni menjelaskan, DPP BAPK menyatakan bahwa aksi tersebut akan dilaksanakan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab, dengan tetap menghormati hak masyarakat lainnya serta mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui surat pemberitahuan tersebut, DPP BAPK juga memohon pengamanan dari pihak kepolisian agar kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Surat pemberitahuan itu ditandatangani oleh Ketua Umum DPP BAPK, Dato’ A. Razak, selaku koordinator aksi atau penanggung jawab, serta Sekretaris Umum Leo Steven Marpaung.

Menunggu Penjelasan PLN Batam

Lebih lanjut, Toni menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu penjelasan dari PT PLN Batam terkait insiden blackout tersebut.

Rencana aksi ini diharapkan menjadi momentum bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai penyebab gangguan listrik, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah perbaikan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Batam.

Hingga berita ini disusun, informasi yang menjadi dasar pemberitaan masih mengacu pada surat pemberitahuan rencana aksi dan tuntutan DPP BAPK.

Penjelasan resmi dari PT PLN Batam mengenai insiden blackout dan tuntutan tersebut masih diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang berimbang.

GejolakNews akan terus berupaya meminta konfirmasi kepada pihak PT PLN Batam dan kepolisian terkait rencana aksi tersebut.

Humas PT PLN Batam, Yoga Perdana, yang dikonfirmasi oleh Media www.gejolaknews.com melalui pesan WhatsApp terkait peristiwa tersebut, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan surat pemberitahuan kegiatan unjuk rasa DPP BAPK tertanggal 21 Oktober 2026 serta keterangan Humas BAPK, Toni.

Rencana aksi dan tuntutan yang disampaikan merupakan sikap organisasi tersebut dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya kesalahan atau kelalaian pihak tertentu dalam insiden blackout.
(Taherman)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *