Batam,GejolakNews– Dua Sekretaris Dinas dan tiga Kepala Bagian, memaparkan beragam solusi untuk menyelesaikan permasalahan sosial di Kota Batam, jika terpilih sebagai Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Kadinsos) Kota Batam.
Presentasi tersebut mereka beberkan di depan tim Panitia Seleksi (Pansel) yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, di ruang rapat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Selasa tanggal 13/6-2023.lalu.
Kelima calon yang mengikuti seleksi terbuka Jabatan Tinggi Pratama (esselon II.b) Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam tersebut adalah:
1. Bambang Adi Saputra, Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat Dewan Kota Batam.
2. Leo Putra, Sekretaris Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.
3. Zul Arif yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Batam.
4. Syaiful Bahri, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam.
5. Chitra Widya kini menjabat Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga.
πππ₯ππ€π¬π’ ππ€π‘π’π«
Ditemui usai kegiatan, Ketua Tim Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Jefridin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melakukan seleksi terbuka Jabatan Tinggi Pratama (esselon II.b) Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam.
“Pendaftaran dibuka sejak tanggal 15 Mei sampai dengan 6 Juni 2023,” terangnya.
Seleksi terbuka ini dilakukan karena Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Hasyimah akan memasuki masa purnabakti pada Juli mendatang.
βSejak seleksi dibuka sudah ada lima calon yang mendaftar dan memenuhi persyaratan. Mereka sudah melewati tahapan seleksi sesuai jadwal yang telah ditentukan,β ungkapnya.
Dari jadwal yang ditetapkan, Selasa (13/6/2023) merupakan jadwal seleksi akhir sebelum pengumuman hasil akhir.
βSesuai jadwal sejak Senin-Selasa (12-13/06/2023) calon peserta memasuki tahapan seleksi penulisan makalah, presentasi makalah dan wawancara akhir. Tadi bersama dengan Tim Pansel sudah dilakukan presentasi makalah oleh masing-masing calon peserta,β ujarnya.
Permasalahan sosial di Kota Batam cukup pelik, mulai dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang tidak valid hingga persoalan lainnya.
“Seperti penanganan pengemis, pengamen, manusia silver banyak kita temui di jalan-jalan. Langkah apa yang diambil untuk menyelesaikan permasalahan ini? Para calon Kepala Dinas harus memikirkannya,β sebutnya. (Red/ski)












