Pers Release ALARM INDONESIA, No : 01 / PR-AAI/ I/2023
Daftar Jaringan Perdagangan Orang Ke Kamboja Yang Masih Bebas Berkeliaran
“MOHON SEGERA DI AMANKAN “
Batam, Gejolak News– Perkumpulan Aliansi rakyat Menggugat (Alarm) Indonesia yang lebih di kenal dengan nama ALARM INDONESIA dalam kesempatan ini merelease sesuatu yang kami anggap sangat penting untuk di ketahui tidak hanya oleh masyarakat dan APH Kota Batam, tetapi juga seluruh warga Negara Indonesia, demikian disampaikan Sekjen Alarm Indonesia, Arifin Ependi Pakpahan, Melalui siaran Pers Relaesenya Kemeja Redeksi Gejolak News.com Jum’at tanggal 6/1-2023. No : 01 / PR-AAI/ I/2023.
Sebagaimana kita ketahui, bahwa pada tanggal 18 Desember 2022 telah terjadi penangkapan jaringan TPPO ( Tindak Pidana Perdagangan Orang ) Ke Kamboja di Pelabuhan Ferry Batam Centre.
Perlu kami tekankan dengan tegas, bahwa penangkapan jaringan yang kemudian di kenal dengan bapak anak tersebut melibatkan peran serta ALARM INDONESIA secara total. Bukan hanya atas kerjasama KKP Polresta Barelang, BIN dan masyarakat.
Kami juga menyesalkan, terjadinya publikasi setelah penangkapan tanpa koordinasi dengan ALARM INDONESIA terlebih dahulu. Karena ini menyangkut keamanan dan keselamatan anggota Investigasi ALARM INDONESIA yang telah kami susupkan ke dalam jaringan tersebut dan mengakibatkan penangkapan bisa di lakukan.
Tanpa penyusupan Tim Investigasi ALARM INDONESIA ke dalam jaringan tersebut, 100 % kami yakin jaringan Pelaku Pedagangan Orang, bapak anak ini tidak akan tertangkap saat itu.
Dijelaskan dalam Surat Pers Release tersebut, sebagai bagian dari Kecerobohan KKP Polresta Barelang dan BIN yang telah melakukan publikasi tanpa koordinasi, sampai ke detik ini kami ALARM INDONESIA harus menanggung efek mengamankan anggota Investigasi kami yang merupakan saksi kunci dalam penangkapan itu.
Tentunya tidak sedikit biaya yang dibutuhkan untuk melakukan ini, dan semua harus di tanggung oleh ALARM INDONESIA yang notabene tidak memiliki gaji dan anggaran dari Pemerintah.
Sebagai upaya untuk memastikan keamanan dan keselamatan anggota kami, maka kami dalam kesempatan ini merelease daftar jaringan bapak anak yang masih berkeliaran dengan bebas dan masih dengan leluasa melakukan terror kepada anggota Investigasi kami.
Berikut daftar jaringan yang masih bebas berkeliaran tersebut :
Inisial M adalah Oknum Imigrasi yang melakukan wawancara kepada Tim Investigasi ALARM INDONESIA saat akan melakukan pembuatan passport. M dan jaringannya sampai saat ini masih bebas dan terkesan Imigrasi melindungi keberadaan oknum M ini.
Inisial ALX, adalah calo yang melakukan pengurusan passport tim investigasi ALARM di Kantor Imigrasi Belakang Padang. ALX berhubungan langsung dengan M, oknum Imigrasi berkepala botak.
Inisial “AA” adalah orang yang mengantarkan passport ke hotel di daerah batu aji. AA memiliki ciri – ciri berbadan besar.
Dari sini bisa di lihat bahwa passport tidak diberikan langsung kepada yang bersangkutan ( Tim Investigasi ALARM ) tetapi bisa sampai di tangan AA. Maka jelas bahwa M, ALX dan AA adalah jaringan kerja yang masuk dalam kelompok bapak anak Meyer dan Michael dan kami meminta kepada APH ( Aparat Penegak Hukum ) agar jaringan ini segera di ringkus dan di mintai pertanggungjawabannya.
Alarm Indonesia, juga akan melakukan upaya menyurati pihak – pihak terkait di Pusat terutama Mabes Polri, Kementrian Hukum dan HAM, serta langsung Bapak Presiden RI Joko WIdodo terkait dengan permasalah yang kami alami. Seharusnya mereka yang berjasa kepada Negara ini mendapatkan penghargaan. Ini jangankan mendapat penghargaan, terima kasih pun tidak sama sekali.
Demikian Pers Release ini kami sampaikan untuk kiranya dapat disebarluaskan. Sebagai efek dari penyebarluasan informasi ini adalah merupakan tanggung jawab dari ALARM INDONESIA.
SALAM PERJUANGAN, SALAM KEADILAN , SALAM ALARM INDONESIA !!!
Hormat Kami
Batam, 06/01/2022
Ttd
Antoni
KETUA UMUM ALARM INDONESIA (Red)












