Ini Tanggapan Sri Sultan Hamengku Buwono X Gubernur DIY, Terkait Prihal Politik Dinasti Ucapan Ade Armando

banner 468x60

Yogyakarta, Gejolaknews-Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, angkat bicara terkait ucapan Ade Armando perihal politik dinasti.

Adu argumen antara Sri Sultan HB X dengan politikus dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando tak bisa dihindari.

banner 336x280

Melansir Suara.com, hal ini terjadi usai Ade mengkritik mahasiswa yang sedang melakukan aksi protes terkait politik dinasti.

Aksi BEM UI dan BEM UGM ini disebut Ade sebagai ironi, sebab dalam pandangannya Yogyakarta adalah daerah yang mempraktikkan politik dinasti.

Ucapan Ade inilah yang kemudian memantik tanggapan keras dari Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sri Sultan pun menepis tuduhan yang dilayangkan Ade Armando dan menegaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah diakui Keistimewaanya dalam undang-undang.

“Dinasti atau tidak terserah dari sisi mana masyarakat melihatnya, yang penting bagi kita, DIY itu Daerah Istimewa diakui keistimewaannya dari asal usulnya dan menghargai sejarah itu, itu aja. Bunyi Undang-Undang Keistimewaannya itu,” ucap Sultan pada awak media, Senin tanggal 4/12-2023.

Sri Sultan juga menegaskan bahwa dalam UU Keistimewaan tidak ada kata yang menyinggung soal dinasti.

“Kalimat dinasti atau nggak di situ (Undang-Undang) juga nggak ada, yang penting kita bagian dari Republik dan melaksanakan keputusan Undang-Undang yang ada. Kalau dianggap dinasti, ya diubah aja Undang-Undang Dasar,” imbuhnya.

Sultan pun menjelaskan, Pasal 18B Ayat 1 UUD 1945 tentang Pemerintahan Daerah berbunyi ‘Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang’.

“Sehingga bunyi Undang-undang keistimewaan itu juga mengamanatkan Gubernur Sultan dan Wakil Gubernur Paku Alam, ya melaksanakan itu saja ya kan,” ungkapnya.

Di lain pihak, mendapat komentar dari Sultan, Ade pun langsung kena mental.

Parahnya lagi, Ade Armando juga langsung dibanjiri kritik dari warganet.

Ade akhirnya minta maaf melalui sebuah video klarifikasi yang diunggah di akun Twitter miliknya.

Ade Armando menyesali ucapannya tentang politik dinasti yang telah menimbulkan kegaduhan, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Saya ingin ajukan permohonan maaf sebesar-besarnya, seandainya video saya terakhir tentang politik dinasti telah menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ucap Ade Armando.

Sementara mendengar bahwa akan ada aksi untuk menangkap dirinya, bahkan berencana untuk mendatangi DPW PSI di Jogja, Ade pun langsung memberi klarifikasi.

Kata dia, pernyataannya tersebut merupakan pandangan politik pribadi dan tidak ada sangkut paut dengan partai.

Bahkan, jelas dia, permintaan maaf kepada segenap pihak atas kegaduhan yang dilakukannya itu karena dorongan dan arahan dari DPP PSI.(jenlywenur))

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *