Batam, GejolakNews -Ngenang bukan sekadar wilayah kepulauan yang memiliki keindahan laut, perkampungan pesisir, dan kehidupan masyarakat nelayan.
Di balik kehidupan masyarakat yang sederhana, Ngenang menyimpan kekayaan budaya Melayu, sejarah, serta tradisi yang memiliki nilai penting untuk dijaga dan dilestarikan, di katakan Suandi salah satu tokoh muda kota Batam, kepada Media,www.gejolaknews.com, Jum’at Tanggal 11/9/2026 di Batam Centre.
Menurutnya, semangat pelestarian budaya tersebut mendorong Lurah Ngenang, Hendri, menggagas sebuah program untuk mengangkat Ngenang sebagai salah satu pusat budaya Melayu di Kota Batam. Gagasan tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun identitas Ngenang sebagai “Malay Heritage Island” atau pulau warisan budaya Melayu.
Salah satu gagasan yang menarik perhatian adalah konsep “Ngenang Kampung Pantun”. Pantun tidak hanya dipandang sebagai rangkaian kata-kata indah, tetapi juga merupakan bagian dari identitas, adat, serta cara masyarakat Melayu dalam menyampaikan nasihat, pesan moral, dan nilai-nilai kehidupan.
Pergi ke Ngenang naik perahu,
Singgah sebentar melihat dermaga.
Kalau budaya terus dijaga selalu,
Melayu tetap hidup sepanjang masa.”ujarnya.
Untuk menghidupkan Kembali Identitas Melayu
Gagasan Ngenang Kampung Pantun diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan dan melestarikan berbagai tradisi Melayu. Jelas Wandi Sapaannya.
Di tambahkannya, Pelestarian tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan berpantun, seni dan budaya Melayu, adat istiadat, permainan tradisional, kuliner khas, sejarah kampung, hingga cerita-cerita kehidupan masyarakat pesisir yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Ngenang.
Dengan karakter wilayah Ngenang yang berada di kawasan kepulauan, kehidupan masyarakat yang dekat dengan laut, serta lingkungan perkampungan yang masih memiliki nuansa tradisional, gagasan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi budaya dan wisata berbasis masyarakat.
Konsep tersebut tidak semata-mata bertujuan membangun tempat wisata, melainkan menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dan pelaku langsung dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya Melayu.
“Malay Heritage Island” sebagai Identitas Ngenang
Apabila gagasan tersebut dapat diwujudkan secara terarah dan berkelanjutan, Ngenang berpeluang memiliki identitas yang kuat sebagai salah satu kawasan budaya Melayu di Kota Batam.
Konsep “Malay Heritage Island” dapat diarahkan pada berbagai kegiatan pelestarian budaya, antara lain menjaga rumah dan lingkungan perkampungan, menampilkan pertunjukan seni Melayu, menyelenggarakan festival pantun, mengenalkan sejarah masyarakat Ngenang, melestarikan kuliner tradisional dan kerajinan masyarakat, mengembangkan wisata bahari, serta melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan kebudayaan.
Warisan budaya, pada hakikatnya, tidak akan bertahan hanya karena disimpan. Budaya harus tetap hidup, dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat, dikenalkan kepada generasi muda, dan diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi berikutnya.
Ke laut mencari ikan selar,
Perahu kecil dibawa berlayar.
Warisan Melayu janganlah pudar,
Jaga bersama agar tetap mekar.
Ngenang dan Masa Depan Budaya Melayu Batam
Gagasan yang diusung Lurah Ngenang, Hendri, tersebut tentu membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, tokoh adat, budayawan, pemerintah daerah, pelaku pariwisata, hingga generasi muda.
Namun yang paling utama, pembangunan dan pelestarian budaya harus tetap menempatkan masyarakat Ngenang sebagai pemilik sekaligus pelaku utama dalam menjaga identitas dan warisan budaya mereka.
Ngenang memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa sebuah kampung kepulauan tidak harus kehilangan jati dirinya ketika berkembang. Sebaliknya, kemajuan dan pembangunan dapat berjalan seiring dengan pelestarian adat, tradisi, serta budaya masyarakat.
Gagasan Ngenang Kampung Pantun bukan hanya tentang melestarikan pantun. Lebih dari itu, gagasan tersebut merupakan upaya untuk menjaga identitas masyarakat Melayu, menghidupkan kembali warisan budaya, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, serta memperkenalkan wajah budaya Melayu Kota Batam kepada masyarakat yang lebih luas.
Kalau tuan pergi ke Ngenang,
Jangan lupa singgah sebentar.
Kalau budaya terus dikenang,
Melayu hidup sampai ke generasi mendatang.
Dengan pengembangan yang terarah, dukungan masyarakat, serta sinergi dari berbagai pihak, Ngenang diharapkan dapat tumbuh dan berkembang tanpa meninggalkan akar sejarah, adat, dan budaya Melayu yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakatnya.
Catatan: Istilah “Malay Heritage Island” dalam tulisan ini digunakan sebagai bagian dari gagasan atau konsep pengembangan budaya yang disampaikan, dan bukan merupakan status resmi Ngenang, kecuali nantinya telah ditetapkan oleh pemerintah melalui keputusan atau program resmi.
Jika diinginkan, saya juga dapat membuatkan �versi yang lebih tajam dan bernuansa berita utama GejolakNews, dengan tambahan kutipan langsung Lurah Ngenang Hendri agar nilai jurnalistik dan kekuatan narasumbernya lebih menonjol.” tutupnya. (Red)















