Aktivis Anti Korupsi Minta Kejagung RI dan KPK Turun Lansung Lakukan Audit Investigasi ke-Lokasi Proyek
Anambas,GejolakNews-Diduga Proyek Pembangunan Pelabuhan Penyebrangan Letung Tahap satu, dibangun melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN) tahun 2023. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Kementrian Perhubungan RI Tahun Anggaran 2023, terancam gagal.
Hal ini Disebutkan sumber bahwa ada dugaan Aroma bau korupsi, yang diduga melibatkan Anggota DPR RI Dapil Kepri dari Partai Golkal dikatakan sumber, mengaku salah seorang Warga Anambas yang minta namanya tidak dituliskan.
”disebutkan Sumber Mengatakan, Seharusnya proyek senilai Rp25 miliar lebih di pelabuhan Letung, Pekerjaannya sudah selesai selama 240 hari kalender.
Namun hingga kini belum terlihat progress di lapangan. Pelabuhan RoRo (roll on/roll off) penyeberangan kendaraan dari Kuala Maras ke Jemaja tersebut, bahkan Proyek yang mengabiskan uang miliaran itu, bakal menjadi proyek Gagal.” Jelas sumber lagi.
Proyek senilai kurang lebih Rp 25,7 miliar itu, dengan nomor kontrak PL.107/ 2/ III/ PP.Letung/ BPTD-IV/2023 bernilai Rp. 25.706.218.534 itu dimenangkan oleh PT Pulau Bintan Bestari (PBB) beralamat di Jl Merpati Nomor 35 KM XI Tanjungpinang. ”Sebenarnya perusahaan pemenang tender merupakan perusahaan yang telah banyak mengerjakan proyek pemerintah, tetapi entah mengapa proyek kali ini terlihat sengaja tidak dikerjakan.” disampaikansuber kemeja Redaksi Media Gejolaknews.com jum’at tanggal 6/10-2023.
Sementara Cen Sui Lan Anggota DPR RI dari Partai Golkar Dapil Kepri, yang dikomfirmasi Gejolaknews.com, melalui Chat WhatsApp Hp- selulernya, Menjawab dengan mengirimkan sebuah Pemberitaan Media, yang bertuliskan dengan judul:
Progres 70 %, Proyek Pelabuhan Penyeberangan Letung 25,7 Miliar Akan Selesai Tepat Waktu
Sumaterapost.co | Anambas – Meski sempat diisukan Proyek Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Letung Tahap I magrak, namun nyatanya kondisi saat ini, Selasa (26/9/2023) progres dilapangan sudah 72 % (Persen) dan itu ril.
Bahkan! dari papan plang proyek yang terpampang jelas di lokasi pekerjaan menerangkan bahwa, proyek tersebut mulai dilaksanakan 31 Maret 2023 dan akan berakhir pada November 2023 dengan waktu pelaksanaan 240 hari kalender, selama (Delapan Bulan).
Proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bernomor kontrak: PL.107/2/III/PP.LETUNG/BPTD-IV/2023 senilai Rp. 25.706.218.834.00,- Miliar, dibawah Kementerian Perhubungan Direktorat Djendral Perhubungan Darat Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IV Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.
Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh tim Media ini setelah dapat menemui langsung pihak Supervisi untuk diwawancarai dilokasi kerja yang kabarnya proyek sempat terhenti, faktanya di lapangan menjelaskan tidak demikian.
“Proyek ini bukan berhenti pak, kemarin itukan karena ada terkendala fabrikasi tiang pancang. Artinya terkendala di saat pengiriman tiang pancang kesinya,” ungkap Dadan pria berperawakan sunda kepada Media ini pada Minggu (25/9).
Keterangan foto 3 : Tumpukan Bahan – Bahan Material, Kerangka Besi Pengikat, Kayu Penyangga, Pasir, Krikil dan Semen Terlihat Semua Ada di Lokasi Pekerjaan
Jika pengiriman tiang pancang yang dikirim dari Jakarta tidak terkendala, maka progresnya bagus. Jadi bobot tertingginya itu memang ada di tiang pancang (dalam pengadaan), bukan pemancangan.
Apa yang saya (Supervisi-Red) informasikan kepada tim Media hari ini! Sambungnya. Itulah yang ada di lapangan, bapak bisa lihat sendiri pemancangan itu tidak lebih dari satu bulan sudah hampir selesai, meski kondisi pekerjaan dilapangan sempat minus (-) 35 % (Persen) dari yang kemarin.
“Tapi Alhamdulillah, sekarang sudah plus (+),” tuturnya sambil memperlihatkan ke arah lokasi yang sedang dikerjakan.
Dirinya juga mengatakan, progres seminggu ini sudah 70 % (Persen) dan realisasinya sekitar 72 % (Persen) yang terlaksana, berarti sudah plus (+) 2 % (Persen) dan ada prestasi.
“Sedangkan pemancangan selanjutnya disana, dari rencana kontrak itu 3 (tiga) tiang pancang yang masuk dan dengan tiga (3) tiang pancang itu tidak dapat klerendering, jadi kita tidak dapat perkuatanya,” tambahnya.
Makanya kemarin itu kita ada penambahan satu (1) tiang pancang lagi, dan untuk penambahan tiang pancang itu, kita masih menunggu seminggu atau dua Minggu lagi untuk penyelesaian 100 % (Persen).
“Tapi untuk saat ini progresnya dapat dipastikan sudah plus (+) dari perencanaan 70 % (Persen) mungkin Minggu ini progres dilapangan sudah 72 % (Persen). Itu dari saya sebagai (Supervisi) yang akurat tanpa saya up apapun di lapangan, dan itu ril pekerjaan mereka saya awasi,” terang Supervisi lulusan Teknik S2 UGM kepada tim Media ini dilapangan.
Diakhir wawancara, Dadan juga dapat memastikan bahwa. Proyek Pelabuhan Penyebrangan tahap I ini akan rampung dikerjakan tepat waktu sesuai kontrak.(T.4z).
Disisi lain Aktivis Lsm pemerhati korupsi Kepri M.Azhar menanggapi dugaan korupsi Proyek Bernilai Rp 25 miliar lebih, Pembangunan Pelabuhan Letung Kabupaten Anambas Propinsi Kepulaun Riau, yang menyebut ada dugaan keterlibatan Anggota DPR RI.
Berharap Kejaksaan Agung RI, dan KPK turun kelapangan untuk melakukan audit Investigasi lansung kelapang ada atau tidaknya korupsi Pekerjaan proyek tersebut.” Ujarnya.
Lebih lanjut M.Azhar mengatakan bahwa Proyek Yang dibangun melalui APBN, yang terletak dipulau- pulau yang jauh itu biasanya rawan penyelewengan korupsi, apa lagi nilainya mencapai Rp 25 miliar lebih”
Maka dari itu, saya bersama rekan- rekan aktivis Lsm anti korupsi juga akan melakukan Investigasi kelokasi proyek itu.
Hasil investigasi tersebut nanti kita laporkan kepada KPK dan Kejaksaan Agung RI, agar pekerjaan proyek tersebut diproses secara hukum.” Tutupnya. (Red)












