APPHI Minta Walikota Batam, Amsakar Achmad Epaluasi Kenerja DLH Batam
Batam, GejolakNews-Pekmerintah kota Batam, Amsakar & Li Cluadia Candra, telah menggarkan APBD pada tahun 2026, sebesar Rp 200 miliar untuk Dinas lingkungan hidup ( DLH )kota Batam, namun pengelolaan sampah di kota Batam, sampai saat ini Batam belum berhasil bebas dari tumpukan sampah di katakan, Abdul Rajak Ketua Aliansi Pemerhati Penegakan Hukum Indonesis (APPHI) kepada media,www.gejolaknews.com, Rabu Tanggal 5/8/2026, di Batam Centre.
Dikatakan Abdul Rajak, bahwa Walikota Batam seharusnya, sudah bisa menilai kenerja Dinas lingkungan hidup ( DLH) kota Batam, yang di pimpin oleh Dohar.
Maka dari itu, kita minta Walikota Batam agar melakukan evaluasi kenerja dinas lingkungan hidup dengan pejabat yang berkompeten yang bisa bekerja, untuk menuntas sampah di kota Batam.” pintanya.

Sebagai mana pantauan kami dilapangan, Sagulung dan Batu ji sampai Batam kota, Nongsa tak jarang kita melihat tumpukan sampah, di pinggir jalan terutama dekat perumahan.
Akibat dari Tumpukan sampah ini tentu memicu pencemaran air dan tanah akibat cairan lindi beracun, mencemari udara dari gas metana dan pembakaran, serta menjadi sarang hama pembawa penyakit. Kondisi ini juga menyumbat saluran air, yang berdampak langsung pada terjadinya bencana banjir, yang berdampak kepada kesehatan masyarakat.”jelasnya.
Dan juga berdampak terhadap lingkungan yang ditimbulkan sangat masif, di antaranya:
Pencemaran Air dan Tanah: Sampah yang membusuk menghasilkan cairan lindi (leachate) beracun yang meresap ke dalam tanah, merusak kualitas air tanah, dan membunuh organisme pengurai.
Selain itu dikatakannya, Polusi Udara: Tumpukan sampah melepaskan gas metana hasil dekomposisi anaerobik yang mempercepat pemanasan global. Jika dibakar, sampah—terutama plastik—akan menghasilkan zat berbahaya seperti dioksin dan partikel debu halus yang memicu gangguan pernapasan.
Dan menyebarkan Sumber Penyakit: Gunungan sampah adalah tempat ideal bagi vektor penyakit seperti lalat, tikus, kecoa, dan nyamuk untuk berkembang biak dengan cepat.
Ditambah Banjir dan Kerusakan Ekosistem: Sampah yang dibuang sembarangan sering menyumbat drainase dan sungai, memicu banjir, serta merusak habitat keanekaragaman hayati di sekitarnya.” tutupnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, yang di konfirmasi Media,www.gejolaknews.com, melalui Chat WhatsApp,Hp- selulernya terkait perihal di atas, sampai berita ini di turunkan belum ada jawabannya. (Red)

















