Warga Bengkong Sarmen Gerah, Empat Bulan Air Mati, Adukan PT Moya ke DPRD Batam

banner 468x60

Batam, GejolakNews – Warga Bengkong Sarmen, RT 04/RW 05, Kota Batam, mengaku gerah karena aliran air bersih di lingkungan mereka dilaporkan tidak mengalir selama kurang lebih empat bulan.

Persoalan tersebut kemudian dibawa warga dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Batam, Senin (14/9/2026).

banner 336x280

Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Batam saat ini dijalankan oleh mitra kerja sama Badan Pengusahaan (BP) Batam, salah satunya PT Moya Indonesia.

Warga menilai persoalan tidak mengalirnya air bersih ke permukiman RT 04/RW 05 Bengkong Sarmen menunjukkan belum optimalnya pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat di kawasan tersebut.

Salah seorang warga RT 04/RW 05, saat menyampaikan keluhan dalam RDP bersama Komisi III DPRD Kota Batam, mengatakan bahwa selama kurang lebih empat bulan terakhir air SPAM tidak pernah mengalir ke rumah-rumah warga, khususnya di wilayah RT 04.

“Sudah empat bulan air tidak pernah mengalir ke rumah warga,” ungkap salah seorang warga saat RDP bersama Komisi III DPRD Kota Batam.

Warga juga menyampaikan bahwa dalam RDP sebelumnya, PT Moya Indonesia disebut pernah berjanji bahwa persoalan air bersih di Bengkong Sarmen akan segera diselesaikan.

Pada RDP sebelumnya, PT Moya Indonesia disebut menjanjikan persoalan air di wilayah tersebut dapat diselesaikan pada tanggal 14 September 2026. Namun, hingga pelaksanaan RDP kembali pada Senin (14/9/2026), persoalan tersebut dinilai belum terselesaikan.

Hal tersebut juga mendapat perhatian dalam RDP yang dihadiri pihak PT Moya Indonesia, termasuk Direktur PT Moya Indonesia, Jepri, beserta jajarannya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam yang dipimpin M. Rudi dari Fraksi Gerindra meminta PT Moya Indonesia segera melakukan perbaikan dan memastikan seluruh warga Bengkong Sarmen RT 04 sudah mendapatkan aliran air bersih paling lambat pada 17 September 2026.

“Kami meminta dengan tegas kepada PT Moya Indonesia agar segera melakukan perbaikan. Paling lambat tanggal 17 September 2026, seluruh warga Sarmen RT 04 harus sudah dialiri air,” tegas M. Rudi.

Ia juga menyampaikan bahwa pada Selasa berikutnya, anggota Komisi III DPRD Kota Batam bersama unsur kecamatan, kelurahan dan kepolisian akan diminta turun langsung ke lokasi permukiman warga RT 04.

“Besok, hari Selasa, anggota Komisi III DPRD, Camat, Lurah dan Kapolsek diminta hadir ke lokasi warga RT 04,” jelasnya.

Sementara itu, pihak PT Moya Indonesia dalam RDP tersebut menyatakan siap melakukan perbaikan terhadap jaringan dan aliran air menuju permukiman warga Bengkong Sarmen.

Rapat Dengar Pendapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi III DPRD Kota Batam tersebut dihadiri oleh anggota Komisi III DPRD Kota Batam, di antaranya M. Rudi, Arlon, Anang Adan, Joson dan Nurlela.

Selain itu, RDP juga dihadiri Camat Bengkong, Lurah, pengurus RW dan RT, serta warga setempat yang menyampaikan langsung keluhan terkait tidak mengalirnya air bersih selama kurang lebih empat bulan.(Red)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed