Batam, GejolakNews – Aliansi Masyarakat Peduli Kota Batam yang terdiri dari praktisi hukum, aktivis LSM, jurnalis, dan mahasiswa, bersilaturahmi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, S.T., M.T., Rabu (19/8/2026) di kawasan Batam Centre.
Pertemuan membahas persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah yang dinilai belum maksimal. Aliansi juga mempertanyakan pengelolaan anggaran DLH yang disebut mencapai sekitar Rp200 miliar per tahun.
Pembina Aliansi, Eduard Kamaleng, S.H., M.H., mengatakan masih banyak keluhan masyarakat terkait sampah dan kerusakan lingkungan di Batam. Menurutnya, masukan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak DLH.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan DLH Batam dan memberikan masukan terkait pengelolaan sampah, lingkungan, serta persoalan lainnya,” ujarnya.
Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Kota Batam, Abdul Razak, menambahkan bahwa persoalan kerusakan lingkungan dan pengelolaan sampah perlu mendapat perhatian serius. Ia juga menyoroti kondisi sejumlah kendaraan pengangkut sampah yang dinilai tidak layak dan mengusulkan agar pengelolaan persampahan dapat melibatkan pihak swasta.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, menyambut positif berbagai masukan tersebut.
“Kami akan menampung seluruh aspirasi rekan-rekan Aliansi. Kami juga membutuhkan masukan yang positif untuk menyelesaikan persoalan kebersihan di Batam,” katanya.
Dohar menjelaskan, DLH Batam memiliki sejumlah program utama, antara lain penyediaan ratusan bin kontainer, penataan Tempat Penampungan Sementara (TPS), optimalisasi armada pengangkut sampah, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Program tersebut meliputi pengadaan bin kontainer di kawasan perumahan, pembangunan landasan TPS dengan beton di lokasi strategis, peningkatan operasional armada pengangkut sampah, serta edukasi kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. (Red)


















