Warga Rempang Galang Sampaikan Pristiwa Kerusuhan Penembakan Gas Air Mata ” Saat Berdialof” Lansung Bersama Komnas Ham RI di-Rempang Galang
Batam,GejolakNews– Tragedi Pristiwa memilukan dirasakan, Rakyat Rempang Galang kota Batam, bagai mana tidak mereka yang tadinya Rukun damai sudah berabat -abat menempati kampung halaman tanah leluhurnya, jauh sebelum bangsa ini merdaka. kini terusik Penggusuran Paksa oleh Pihak BP Batam, demi investasi tampa terlindungi oleh Pemerintahan Kota Batam.
Hal ini terungkap setelah media Gejolaknews.com melakukan investigasi, mencari Pakta kebenaran dilapangan di kampung penduduk dirempang Galang tepatnya, Dapur enam tanjung buluh dan tanjung Bonon, Pantai melayu simbulang pada saptu tanggal 16/9.
Ketua RW 02. Dapur enam Tanjung Buluh Safai mengatakan lebih kurang 200 KK, warga penduduknya semua sepakat memastikan menolak Relokasi Penggusuran dalam bentuk apapun yang tidak bisa ditawar- tawar sekalipun terjadi pertumpahan darah yang diamini oleh Warganya.
Kalau ada berita dari BP Batam, melalui media mengatakan sebagian warga rempang galang telah menyerahkan surat- surat tanah miliknya secara sukarela, itu tidak benar alias bohong.
Soalnya kami asli warga kampung tua Rempang Galang sudah sepakat tidak ada negosiasi untuk relokasi.” Pungkasnya.
Hal yang sama juga diungkapan warga rempang galang lainnya, warga tanjung Banom, tidak ada tawar menawar dan negosiasi untuk relokasi dengan BP Batam ini tanah leluhur kami yang mesti kami pertahankan, jauh sebelum bangsa ini merdeka nenek moyang kami sudah bereda disini, disini tumpah darah kami dilahirkan.” Jelasnya.
Selain itu dihari yang sama hal yang sama diungkapkan Warga melayu Rempang Galang lainnya, Warga Pantai Melayu Simbulang, mereka mengatakan Pertemuan Warga dihotel Harmoni One Batam Centre, bersama BP Batam, yang diklaim oleh Pihak BP Batam, bahwa sebagian warga Rempang Galang secara sukarela telah menyerahkan surat tanah miliknya kepada pihak BP Batam, itu tidak benar sanggahnya.
Kami menilai pihak BP Batam secara akal- akalan membaut opini seolah- olah Persoalan warga rempang galang sudah setuju direlokasi, padahal yang hadir diacara tersebut bukan warga asli warga kampung tua rempang galang.” Paparnya.
Selian itu, Mereka menerima kedatangan Komnas Ham RI, tepatnya dirumah tokoh masyarakat setempat Risman.
Warga yang hadir menyampaikan keluh kesahnya kepada Komnas Ham RI, atas peristiwa yang dirasakannya, mulai dari Pristwa kerusuhan Penembakan Gas Air mata kepada Warga setempat, pada tanggal 7/9- 2023 lalu.
Yang menyebabkan banyak korban terkena Gas air mata, anak- anak didalam sekolah dan ibu- ibu.
Dan ada juga korban penembakan, peluru karet yang dilakukan oleh aparat kepelisian yang sampai saat ini, korban tersebut belum sembuh.
Yang paling membuat kami miris disampaikan warga sekarang ditutupnya tempat pelayan Pengobatan Puskesmas untuk warga dengan alasan Petugas Puskesmas setempat, sebelum tanggal 28 semua tempat layanan masyarakat harus dikosongkan begitu juga dengan sekolah layanan Pendidikan.
Nah hal ini tentu, membuat kami dan anak kami troma, dan menjadi beban mental sikologis buat anak- anak kami.” disampaikan warga dihadapan kepada Komnasham RI.
ditempat yang sama Aliansi Ormas, LSM/ OKP kota Batam Propinsi Kepalaun Riau, M.Azhar meminta Komnas Ham RI,
Agar bisa bekerja secara Propesional dalam melaksanakan tugas, tampa ter-intimidasi oleh pihak manapun dalam mengungkap fakta kebenaran untuk melindungi hak Azazi manusia dan berharap kepada Komnas Ham RI, minta kepolisian agar membebaskan warga yang ditahan Pihak Kepolisian Polresta Barelang, karena mereka itu bukan bukan perampok, begal dan pembunuh beliau hanya mempertahankan hak miliknya”pintanya.
Menanggapi hal tersebut, Selita Bidang Penelitian laporan masyarakat , Komnas Ham RI, mengatakan bahwa Komnas Ham RI, tidak bisa di-intimidasi oleh pihak manapun,
Kami bekerja secara profesional dan indipeden.”ujarnya
Makanya kami turun kelapangan untuk mendengar keterangan kedua belah pihak,
Dan tidak hanya mendengar keterangan sebelah pihak, artinya dengan mendengar keterangan dari ibu- bapak, baru bisa kami ambil kesimpulan,
Kalau nanti ternyata memang terjadi ada pelanggaran hak Azazi manusia tentu pihak- pihak terkait kami serahkan keproses hukum sesuwai dengan peraturan perundang- undang yang berlaku.” Tutupnya.
Keperihatinan terhadap masyarakat Rempang Galang juga diungkapan Ketua Dewan Peduli Masyarakat Propinsi Kepulauan Riau ( DPMPKR) Abdul Rajak, mengatakan seharusnya Tokoh- tokoh masyarakat melayu kota Batam, hadir di-tengah- tengah keresahan Warga Batam, Melayu Rempang Galang Wabil khusus tokoh masyarakat Melayu Batam.” Terangnya.
Namun sampai saat ini tokoh masyarakat melayu yang selama ini disanjung- sanjung orang melayu, Tokoh LAM, dan Wakil Rakyat DPRD/ DPR RI, belum kelihatan terdengar suaranya membela masyarakat Rempang Galang yang dilanda musibah itu.”tukasnya.
Sementara itu Ketua BP Batam& Walikota Batam H.Rudi yang dikomfirmasi Gejolaknews.com, melalui Chat WhatsApp Hp- selulernya terkait Prihal Pristiwa diatas sampai berita ini diturunkan belum ada Jawabannya. (Red)












