Batam, GejolakNews – Persoalan ketersediaan air bersih kembali menjadi keluhan warga di wilayah Nongsa, Kota Batam.
Sejumlah warga di kawasan Sambau menggelar aksi protes setelah aliran air ke permukiman mereka mengalami gangguan dan tak kunjung normal, Pada Senin Tanggal 5/10/2026.di Gerbang utama/pintu masuk kawasan Data Center Nongsa Digital Park (NDP) serta akses jalan menuju Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa.
Warga Sambau Demo Krisis Air di Depan KEK Nongsa Lokasi Data Center: Tak Pulang Sebelum Mengalir
berkumpul di depan gerbang akses KEK Nongsa yang menjadi lokasi sejumlah perusahaan data center di Batam. Perwakilan warga, Dewi, mengatakan aksi tersebut
Ratusan warga Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa.
Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat solusi konkret dari pihak yang bertanggung jawab atas pelayanan dan pengelolaan air di Batam.
Seorang warga Sambau menyampaikan, dirinya sudah sekitar lima tahun tinggal di kawasan Kavling Sambau, Kecamatan Nongsa.
Namun, menurutnya, baru belakangan ini masyarakat merasakan kesulitan mendapatkan air bersih seperti yang terjadi saat ini.
“Sudah lima tahun tinggal di Kavling Sambau Nongsa, tapi baru ini merasakan susahnya air,” ujar warga tersebut.
Warga akhirnya mendatangi kawasan pengelola layanan terkait untuk menyampaikan langsung keluhan mereka. Mereka meminta kepastian kapan pasokan air kembali normal serta bagaimana solusi jangka panjang agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Aksi warga tersebut menjadi perhatian karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Warga berharap persoalan tidak hanya diselesaikan sementara, tetapi juga dilakukan pembenahan terhadap sistem penyediaan dan distribusi air di kawasan Nongsa, khususnya Sambau.
Dipertanyakan dengan Besarnya Anggaran Infrastruktur Air
Persoalan semakin menjadi perhatian publik karena adanya informasi mengenai anggaran infrastruktur air yang disebut mencapai Rp499,9 miliar.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, anggaran tersebut dikaitkan dengan pembangunan infrastruktur air di Batam. Sementara itu, berdasarkan Nota Keuangan APBN Tahun Anggaran 2024, pagu anggaran BP Batam disebut tercatat sekitar Rp2,6626 triliun.
Besarnya anggaran tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana manfaat pembangunan infrastruktur air tersebut dirasakan masyarakat, terutama warga yang masih mengalami gangguan pasokan air.
Namun, besaran Rp499,9 miliar serta rincian penggunaannya perlu dikonfirmasi kepada BP Batam dan pihak pengelola air agar diketahui secara jelas sumber anggaran,
tahun anggaran, proyek yang dibiayai, lokasi pembangunan, serta progres dan hasil pekerjaannya.
Waduk Nongsa Juga Mengalami Penyusutan
Persoalan air di Nongsa sebelumnya juga dikaitkan dengan kondisi Waduk Nongsa.
Laporan media pada Agustus 2026 menyebutkan permukaan air Waduk Nongsa di Kelurahan Sambau mengalami penyusutan sekitar 2,5 meter.
Kondisi tersebut juga disertai persoalan sedimentasi yang dapat memengaruhi kapasitas tampungan air baku.
Di sisi lain, PT Air Batam Hilir (ABH) sebelumnya menyatakan telah turun ke lapangan untuk melihat kondisi pelayanan dan menangani kebutuhan mendesak warga yang mengalami gangguan pasokan air.
Polsek Nongsa juga telah melakukan dialog dengan warga Sambau dan mendengar langsung keluhan masyarakat, termasuk mengenai persoalan kebutuhan serta distribusi air bersih.
Warga Minta Kepastian, Bukan Sekadar Janji
Warga berharap pemerintah, BP Batam dan pengelola air segera duduk bersama mencari solusi terhadap persoalan air di Sambau.
Mereka meminta adanya kepastian mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan darurat, serta solusi permanen agar masyarakat tidak kembali mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Semoga masalah air ini cepat selesai dan ada solusi bagaimana air di Batam, khususnya di Nongsa, bisa teratasi,” harap warga.
Kini masyarakat menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi pelayanan air di Sambau, termasuk transparansi penggunaan anggaran infrastruktur air serta langkah konkret untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
GejolakNews akan terus mengikuti perkembangan persoalan air bersih di Kota Batam dan meminta pihak-pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat. ( Taherman)A

















